Wifi-an di warkop stadion nganjuk

Selamat malam guys 🙂

Gimana kabarnya? Sehat? Alhamdulillah… 🙂

 

Betewe saya lagi ngantuk sob, gak tau deh kok bisa kek gini. Apa gara-gara saya belum tidur siang tadi kali ya haha

Niatnya mau wifi-an, mata tinggal 5 watt 😀

Buat yang masih kuat melek, selamat bergadang ria 😀

Jpeg

Ini foto keadaan terkini saya di tkp haha 😀

Hari Ibu

Hari ibu

Ya, hari ini tanggal 22 Desember 2015 diperingati sebagai hari ibu nasional

Banyak anak-anak akan mengungkapkan rasa terima kasih kepada ibundanya

Banyak hal ingin mereka lakukan untuk menyenangkan hati ibunya

Berlomba-lomba biar bisa dibilang anak yang paling cinta ibunya

Tapi apa daya

Ibuku sudah tiada

Ibuku sudah wafat setahun lebih lamanya

Aku tak bisa mengungkapkan secara langsung rasa sayangku pada beliau

Aku tak bisa merangkul dan memeluk tubuhnya

Sekedar mengucapkan terima kasih kepada beliau pun hanya lewat kata-kata

Aku bahkan tak bisa menatapmu dalam nyata

Yang tersisa kini hanya pusara

Yang hanya bisa aku singgahi bilamana aku ada waktu

Dan aku hanya bisa do’akanmu dalam sholatku

 

Ibu, ridhoilah hidup anakmu ini

Semoga anakmu ini dapat menjadi kebanggaanmu nanti

 

Selamat hari ibu

Aku sayang ibu 🙂

 

hr_ibu_font

Puisi Untuk Novia

Selamat tengah malam, kawan-kawan 🙂 ! Maaf saya baru bisa nongol lagi di tengah malem ini, biasa namanya orang sok sibuk ya kayak gini hahaha. Ini saya mau posting puisi buatan temen saya, Novia Rahma Nuzula dan untuk informasi judulnya dan tak seromantis isinya :’V

Check this out! 😀

 

Puisi untuk Novia

Karya : Novia Rahma Nuzula

 

Aku lelah

Aku bosan

Dengan wajah cantikku

Mereka hanya tertarik

Akan kemolekan tubuhku

Dan segala kelebihan fisikku

Tanpa perdulikan hatiku

Yang kini merana

Kosong

Sunyi senyap

Hampa

Oh….

Mengapa

Mengapa begini?

Aku harus bagaimana?

Apa aku harus mengoperasi wajahku ini menjadi lebih jelek?

Cermin Diri

Selamat pagi menjelang siang viewers 🙂 . Untuk menemani anda saat ini, saya akan menulis puisi singkat. Ya meski boleh dibilang super singkat tapi puisi ini mungkin bermanfaat bagi anda. Check this out! 🙂

 

Cermin Diri

Karya : Achmad Rosyid Kurniawan

 

Manusia saling menghakimi

Tanpa sadar akan kesalahan sendiri

Mencintai diri sendiri

Tanpa melakukan suatu introspeksi

Kalau sudah celaka diri

Barulah dia menginsyafi

 

Introspeksidiri

Betapa Aku Mencintaimu

Selamat pagi pemirsa, apa kabar? Bagaimana pagi anda hari ini? Apakah menyenangkan? Hohoho. Maafin saya kalau postingan ini agak lebay. Okelah tanpa berpanjang-panjang kata inilah puisi saya untuk mengawali pagi yang cerah ini. Check it out!

 

Betapa Aku Mencintaimu

Karya : Achmad Rosyid Kurniawan

 

Betapa aku mencintaimu

Ya dari dulu aku mengagumi dirimu

Tapi aku tak tau

Aku tak tau bagaimana cara menyampaikannya padamu

Aku hanya lelaki pendiam

Tidak tampan dan bertubuh tambun

Dan hanya memiliki satu tekad

Ingin bahagia bersamamu

 

Aku tak ingin membuatmu sedih

Ingin selalu buatmu ceria

Senyummu sangat berarti bagiku

Dalam ingatku tiada wanita lain

Hanya dirimu satu

 

Aku mungkin orang biasa

Tak punya harta

Berlian emas ataupun permata

Tapi isi hati ini selalu

Hanya untukmu

 

“Aku tak berharap cintaku terbalas olehmu, tapi setidaknya aku sudah mengungkapkan isi hatiku padamu lewat puisi ini. Semoga kau dapat terus hidup bahagia 🙂 ”

wanitahijabanggun

Keterangan : Foto hanya sebagai pemanis saja hahaha 😀

Maafkan aku, Ibu

Belaian kasihmu

Ketulusanmu dalam merawatku

Tiada terbatas

Hanya untuk aku, anakmu

 

Tapi bodohnya aku

Sering kali aku tak hargai jerih payahmu

Sebagai anak aku tak bisa menyenangkan hatimu

Melukai perasaanmu

Mengingkari berbagai petuah dan nasehatmu

Tak jarang pula ku rutuk sumpah serapah dirimu

Berbagai makian tak kurang ku alamatkan kepadamu

 

Setelah engkau wafat barulah kusadari

Aku masih belum dewasa

Aku masih belum siap untuk mengarungi derasnya ombak kehidupan

Aku belum mampu melakukan semua hal sendiri

Aku masih butuh sosok sepertimu, ibu

 

Maafkanlah aku, ibu

Aku tak bisa berbakti kepadamu semasa hidupmu dulu

Maafkanlah aku telah menodai harapanmu, ibu

Aku belum bisa menjadi pemuda shalih seperti yang kau inginkan

Toom Yoo Nai Jai Nattasha Nauljam

Nattasha Nauljam a.k.a Ern, dapatkah kau mendengar curahan hatiku ini? Ku tahu ini hal yang amat bodoh untuk kuceritakan padamu. Aku dulu pernah hampir mencintaimu atau bahkan aku pernah secara gamblang mengatakan bahwa aku mencintaimu tulus dari lubuk hatiku. Dan pernah kukatakan pula bahwa aku akan memberikan seluruh hidupku untukmu, hanya untuk bersamamu. Tapi aku menyadari bahwa hal itu tak mungkin terjadi. Kau tak mungkin mencintaiku, bahkan kau tak kenal siapa diriku ini dan tak tahu dimana aku berada! Aku hanya bisa mengagumi dirimu dari dunia maya hingga ke layar kaca. Aku rela menghabiskan seluruh waktu luangku hanya untuk melihatmu. Senyumanmu yang terpancar dari bibirmu yang merekah penuh pesona membuat ku semangat menjalani hari hari ku di dunia ini. Rambutmu yang panjang nan anggun membuatku semakin mengagumi akan keindahan rupamu. Tawamu adalah bahagiaku. Ya, aku benar benar mengagumi dirimu. Aku tak kan berhenti mengagumi dirimu, dimanapun aku berada aku akan selalu mengagumimu. Tak seorang wanita dapat menggantikan kedudukanmu di singgasana hatiku. Hanya kau lah seorang yang dapat mengisi hatiku. Toom yoo nai jai, deep in my heart, kau selalu dihatiku, jauh di lubuk hatiku.

 

Nattasha Nauljam