Maafkan aku, Ibu

Belaian kasihmu

Ketulusanmu dalam merawatku

Tiada terbatas

Hanya untuk aku, anakmu

 

Tapi bodohnya aku

Sering kali aku tak hargai jerih payahmu

Sebagai anak aku tak bisa menyenangkan hatimu

Melukai perasaanmu

Mengingkari berbagai petuah dan nasehatmu

Tak jarang pula ku rutuk sumpah serapah dirimu

Berbagai makian tak kurang ku alamatkan kepadamu

 

Setelah engkau wafat barulah kusadari

Aku masih belum dewasa

Aku masih belum siap untuk mengarungi derasnya ombak kehidupan

Aku belum mampu melakukan semua hal sendiri

Aku masih butuh sosok sepertimu, ibu

 

Maafkanlah aku, ibu

Aku tak bisa berbakti kepadamu semasa hidupmu dulu

Maafkanlah aku telah menodai harapanmu, ibu

Aku belum bisa menjadi pemuda shalih seperti yang kau inginkan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s