Puisi Ihwal Dunia

Aku tak butuh dunia

Aku tak butuh apapun berkaitan dengan materi

Mereka sangat mengecewakan

Ada pepatah yang ngawur

Dan amat masyhur di negeriku ini

“Yang jujur bakal hancur”

Demikian rendahnya nilai kejujuran di mata mereka

Nurani seakan dibuang jauh

Dipangkas dan dipasung dalam gudang yang amat gelap

Mengejar sesuatu hal yang fana

Melebihi mengejar ridho Tuhan-Nya

Apakah Tuhan tak cemburu dengan perlakuan sedemikian rupa?

Sadar bahwa diriku hanyalah pemimpi

Angankan seolah dunia ini sempurna

Namun jauh panggang dari api

Kelewat naïf pandanganku mengenai ini

Dimana ada orang jahat tentunya ada orang baik

Tapi nyatanya tiada sebanding

1 berbanding 1000 orang

Di pihak yang baik pun terselip angkara murka

Yang setiap saat dapat mengemuka

Inilah mengapa dunia seisinya disebut fana

Tuhan tak mencipta semesta ini abadi

Ada rentang waktu yang telah dilalui

Meski terkesan amat sangat panjang

Namun menurut pandangan para bijak bestari

“Sekejap mata dari masa aku dilahirkan hingga rambutku semua sekarang telah dipenuhi uban.”

“Tak lama aku akan dipeluk maut.”

“Izrail begitu rindu bersua denganku.”

“Hei pemuda! Jangan kau berbangga!”

“Seperkasa apapun engkau, engkau tak lain ialah tanah!”

“Tanah seiring waktu pasti akan musnah dan sirna.”

“Tak ada yang abadi, tak ada yang abadi!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s