Balada Asmara Pengemis Cinta

Aku duduk santai di ruang tengah sembari memainkan rekorder bututku
Menyenandungkan tembang lawas dari band legendaris asal Liverpool, Inggris The Beatles bertajuk “Yesterday”
Seperti halnya judul lagu tersebut, masa lalu yang pernah kulalui mengalun kembali dalam pikiran
Kisah asmara tak pernah beres, selalu penuh tanda tanya
Sangat mengerikan untuk pemuda yang mulai beranjak dewasa
Yang seharusnya pada saat ini memikirkan hal-hal yang lebih rumit dan kompleks untuk kehidupannya dan hubungan percintaanya
Bersilaturahmi ke rumah mertua,  say “will you marry me?”, berikrar sebagai pasangan sehidup semati di mata penghulu, dan akhirnya mengarungi kerasnya “ombak” bersama dengan wanita yang dicinta
Bukannya malah terjebak, terperangkap, terjerembab dalam kisah masa lalu yang tak kunjung usai
Wanita buatku semakin menderita
Karena di lain sisi aku berusaha untuk pergi dan mengubur dalam-dalam harapanku padanya, in other side aku tak bisa menampik bahwa aku mencintainya

Dilema yang menyedihkan
“Shit!” rutukku dalam hati, mengapa hal ini harus terjadi di hidupku?
Lantas kemudian lamunanku terhenti oleh jitakan hangat yang mendarat kepalaku
“Eh tong, Jangan ngelamunin yang aneh-aneh. Bulan puasa bukannya tobat malah makin menjadi. Tobat tong… tobat…!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s